ciamiszone.com :
PANGANDARAN,- Jambore Posyandu se-Priangan Timur yang digelar di
Lapang Katapang Doyong Pangandaran, berantakan akibat persiapan penyelenggara
yang tidak matang, sehingga sejumlah peserta banyak mengeluh terhadap fasilitas
umum yang tidak disediakan oleh penitia.
Jambore yang diikuti oleh 1500 peserta
selama dua hari, Rabu dan Kamis (12-13/12/12) itu diduga tidak ada koordinasi
dengan Muspika setempat padahal yang digelar Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Jawa Barat itu rencananya akan dihadiri oleh
Gubernur Jawa Barat dan Ibu Teti Prasetiani.
Camat Pangandaran, Dedi Mudyana
mengakui, saat ini pihaknya sedang membicarakan perihal kegiatan Jambore
Posyandu yang tidak ada koordinasi sama sekali dari pihak pelaksananya.
”Kami sampai saat ini belum menerima
laporan kegiatan Jambore Posyandu tersebut, dan sekarang sedang saya bicarakan
dengan staff saya,:” kata Dedi kepada wartawan melalui selularnya tadi siang.
Sementara pihak Even Organizer (EO)
Relytha Nusantara, Aef mengakui, jika pihaknya menerima pekerjaan tersebut
sangat mendadak sehari sebelum kegiatan.
“Karena ini program pemerintah, kami
hanya membantu agar kegiatan ini sukses. Kami juga sudah meminta bantuan dengan
pihak terkait seperti PDAM, Disbudpar dan Pemerintah Desa Pangandaran,” katanya.
Dari pantauan wartawan di lapangan
persiapan panitia penyelenggara memang tidak maksimal, terbukti dengan tidak
adanya sarana umum seperti WC dan Mushola, sehingga sejumlah peserta terpaksa
menumpang ke WC dan Mushola Polair Pangandaran, itu pun tidak ada koordinasi
antara Panpel dengan pihak Polair.
Salah seorang peserta dari kab. Gartut, Wiwi
(37) dan rekan-rekannya kelimpungan saat hendak buang air dan sholat, sehingga
terpaksa numpang di Mushola Polair.
“Kami mau buang air aja susah karena MCK
di lokasi belum selesai, terpaksa kami bersama teman-teman numpang di Polair,” katanya
kecewa.
Kabid Kelembagaan Peningkatan dan Partisipasi
pada BPMPD Prop. Jabar yang juga sebagai
Panpel, Budi Setiadi mengatakan, jika pihaknya sudah menyerahkan semuanya
kepada pihak EO, begitu juga dengan permasalahan MCK.
”Kami sudah menyerahkan semuanya kepada
EO, termasuk kompensasi bagi warga, tapi kenapa warga yang mempunyai WC umum
tidak mau membantu kegiatan kami? Kami juga tidak tahu, karena itu yang ngatur
EO,” tegasnya. (Jerry)
0 Comments